Cerita Sex The Bastian’s Holiday – Part 23

Cerita Sex The Bastian’s Holiday – Part 23by adminon.Cerita Sex The Bastian’s Holiday – Part 23The Bastian’s Holiday – Part 23 Chapter III Act V MELANIE SUKOCO By : Marucil Kubangun tepat disaat adzan subuh berkumandang. Tak seperti biasanya, pagi ini aku bangun begitu awal. Kurasakan seluruh badanku sangat segar dan ringan. Tak ada sakit atau linu dipersendian. Ini pasti karena pijatan Bibie semalam. Memang sungguh luar biasa pembantu baru […]

tumblr_nqnrz4eP9E1u0zpsgo9_1280 tumblr_nqnrz4eP9E1u0zpsgo7_1280 multixnxx- Kosaka Kosaka Asian plays with tongue ar-5

The Bastian’s Holiday – Part 23

Chapter III
Act V
MELANIE SUKOCO
By : Marucil

Kubangun tepat disaat adzan subuh berkumandang. Tak seperti biasanya, pagi ini aku bangun begitu awal. Kurasakan seluruh badanku sangat segar dan ringan. Tak ada sakit atau linu dipersendian. Ini pasti karena pijatan Bibie semalam. Memang sungguh luar biasa pembantu baru itu. Tak hanya pijatannya saja yang membuat letih menjauh. Namun kulumannya sampai saat ini bisa kurasakan. Hahaha, tak kusangka semalam aku dikulum oleh pembantuku sendiri. Padahal aku tak sedikitpun berharap ia memberikan semua itu. Semalam aku hanya ingin mengetahui jati dirinya saja tak lebih. Tetapi dia sendiri yang memberikannya. Tak apa, toh dengan begitu aku semakin yakin bahwa ia memang ah sudah lah.

Pagi ini aku bangun dalam keadaan telanjang. Ya karena semalam ketika Bibie selesai mengulum penisku, ia langsung menyelimutiku dan tak lama aku langsung tertidur.

Aku bergegas menuju kamar mandi, karena sebentar lagi mama pasti memanggil2 ku seperti biasanya untuk solat subuh berjamaah. Sebelum Mama memanggil aku harus sudah siap, setidaknya aku sudah mandi wajib, hei hei.

Setelah Solat bersama Papa dan Mama, aku menuju teras depan mumpung udara masih sejuk tak ada salahnya untuk meregangkan tubuh dengan bersenam. Hup hupp.. beberapa gerakan senam kulakuan, hupp cukuplah membuat raga ini menjadi prima lagi. Tak lama sekitar jam enam kurang Bibie, maaf Mba Habibah menghidangkan kopi hitam pesananku dimeja depan bersama roti bakar. Dari kejauhan aku hanya memberinya senyum. Ia juga memberikan senyum yang sama. Setelah ia masuk aku langsung menikmati kopi buatannya.

Buuuuhhhhh

Kepulan asap dari Sampoerna Mild kegemaranku mengudara dengan bebas, bersanding serasi dengan Kopi hitam dan Sepotong Roti Bakar. Hmmm Sungguh pagi yang sempurna. Aku sudah berpakaian rapi, karena hari ini aku sudah janji sama Mba Melan untuk mengantarnya, aku juga tak tahu ia mau diantarkan kemana. Dia hanya bilang mengantar ke dokter. Yah tak apalah itung2 jalan jalan pagi.

Beberapa menit kemudian Papa dan Mama sudah siap saja untuk berangkat kerja. Mereka memang maniak kerja, mentari saja belum penuh betul melirik bumi, namun mereka sudahlah bersiap. Ya itulah kedua orangtuaku, mereka begitu keras dalam bekerja. Itulah yang membuatku sangat bangga kepada mereka berdua. Hmmm

Baass.. Mama berangkat duluu yahh Sahut Mama

Pagi betul Maa tumben? tanyaku sambil menyalami tangannya.

Yah biasa, nanti jam 7 ada rapat senat jadi Mama harus datang tepat waktu Oh iya mama hari ini berangkatnya sama Papa, jadi kalau kamu mau pake mobil pake aja yaa sahutnya sambil mencangking tas jinjingnya.

Asyiiikkk Kataku bersorak.
Bas papa juga berangkat yah,,, Sahut Papa.
Ya Paah Ati ati, walaikum sallam Jawabku

Setelah Mobil papa melaju, aku segera menuju rumah Mba Melan. Kudengar dari dalam sana keributan keributan pagi yang selalu terjadi dirumah itu. Pasti Pagi ini Bryan susah bangun lagi. Ketika aku melangkah menuju rumah Mba Melan, Melly keluar dari dalam pintu dan langsung menyapaku.

Pagiiii Kaaak Bass Sapa Melly dengan begitu centilnya
Pagi juga Melly. Jawabku.
Tumben udah bangun, katanya jam segini biasanya masih tidur? Tanya Melly dengan polosnya

Kan Kakak mau nganterin Mama kamu makanya kaka bangun pagi.. jawabku lagi
Jadi Melly berangkatnya sama Kakak nihh. Asiikkk.. Tanggap Melly dengan girangnya.
Lahh, seneng betul kelihatannya Tanyaku..

Ahhh Enggaaak heee
Maahhhhh Kak Bastiannya dah nungguin nihh. Sorak Melly memanggil Mamanya.
Iyaa iya, ini si Dede pagi2 bandel nihh Sahut Mba Melan dari dalam

Beberapa menit kemudian.

Yuk Bas, oh iya, nanti kamu langsung nganter Melly dulu yah Bas, gak tahunya hari ini ada kumpulan orang tua murid di SDnya Bryan. Kata Mba Melan.

Ohh Berees Mbaa Berangkat sekarang nih.
Yukk udah telat nihh Jawab Mba Melan.

Setelah itu kami semua masuk kedalam Mobil Mba Melani, aku yang mengemudikan. Setelah berputar, aku langsung menancap gas menuju sekolahan si Bryan. Pagi ini tak begitu macet jadi tak perlu waktu lama kami sudah sampai didepan gerbang SD tempat Bryan sekolah. Mba Melan dan Bryan turun bersama dan langsung masuk kedalam gedung sekolahan. Setelah itu aku langsung melaju menuju sekolah Melly.
Dalam perjalanan menuju sekolah, Melly begitu terlihat sangat riang. Seolah ia baru saja memperoleh keberuntungan yang berlapis. Dari bibirnya yang tipis keluar dendangan lagu lagu korea yang sama sekali aku tak tahu, bagaimana aku tahu mendengarnya saja mungkin baru kali ini. dari pada aku mati bosan kunyalakan saja radio dan mencari lagu lagu yang sedikit ngebit. Namun baru saja kutemukan lagu dari Imagine Dragon, Melly langsung saja protes

Kok nyetel music gtuaan sihh Kaak. Protes Melly dengan bibir cemberutnya
Habis kamu kakak lihat dari tadi girang sendiri nyanyi2 gak jelas lagi, dari pada konsentrasi nyetir kaka buyar mending kaka nyete radio. Jawabku

Lagian kenapa sihdari tadi kelihatanya seneng banget, ada apa memangnyaTanyaku

Gak ada apa apa, mau tahu ajaa nih Ini tu Urusan ABG tahuu Sahut Melly

Hmmm. Mesti urusan Pacar, apa lagi coba. Kataku mencoba menebak
Hmmm.
Kenapa memangnya, baru diputusin? Tanyaku meledek

yah enggak lahh, lagian mana ada kali orang diputusin malah ketawa ketiwii. Hmmm kakak gak pernah pacaran sihhh. Weeeee Balas Melly

Ahh udah cerwet kamuu. Jawabku berusaha menutup pembicaraan gak penting ini.

Ehhh Kaak Sahut melly
Hmmm kenapaa jawabku sambil konsentrasi nyetir.
ehhhh Yang kemarin makasih yah. Kata Melly lirih

Hmmmm Dia masih ingat kejadian kemarin, aku pikir dia bakal langsung melupakannya.. gumamku dalam hati

Iya iya Tapi ingat kan janji kamu? Tanyaku
Iyaaa inget kok, Melly pasti tepatin.

Ehh tapi nih yah kak Kemarin tuh pas Melly balik dari kamar kakak kan Melly mandi terus Pipis. Kok pas Pipis anu Melly sakit yah? Tanya Melly.
Ehh yah memang katanya seperti itu Mell, bagi perempuan yang baru pertama kali berhubungan sex, pasti alat kelaminya akan mengalami kebas istilahnya gitu, yah kalau Pipis jadi sakit terus masih kerasa sedikit perih juga kan. Jelasku sebisanya walau sebagian mengarang

Iya Kemarin aja Pas duduk dikelas agak sakit gitu kak dibagian meki
kalau sekarang? Tanyaku
Sekarang sih udah enggak, tapi tahu gak kak, tadi tuh pas Mandi melly nyobain nyolok2 Meki eehhh enaaak Kaaa Cengirny

Hahahaha. Nih Ya Mell kaka bilangin, pokoknya Melly jangan sampai sering2 yah Nyolok2 Meki kaya gitu, bukanya apa apa. Kamu kan masih kecil nanti kalau dari kecil udah sering Mastrubasi entar gedenya Mekinya dah mleber dong? Mau nanti gak ada Cow yang mau jadi suami melly Sahutku mencoba menakut nakuti
Ihh jahat ngomongnya kayak gitu banget.. hmmm Sahutnya mengeluarkan moncong Bebek

Hmmm monyooonggg Sahutku sembari mencubut bibirnya yang ia manyunkan
Nahh dah sampe dehh, sana turun Pintaku
Anteriin ke depan gerbang

Ngapaain pake anter2an segalaa sihh, wong tinggal turun aja bisa kan. Sahutku menolak
Ya elahh gituu doing gak mauu.heeeee..

Iyaa iyaaaaa Jawabku mengiyakan

Akhirnya aku temani si Melly sampai depan gerbang. Dan sepanjang aku mengantarnya banyak sekali mata memandang terutama dari teman teman Melly. Tak jarang juga yang terlihat mencibir ketika si Melly menggandengku. Mungkin bocah bocah itu menganggap bahwa Melly pacaran sama anak kuliah. Atau dia bermaksud membuat pacarnya cemburu. Hahaha, yang benar saja. Terlalu mengada ngada. Dari pada dipikir pusing aku segera kembali ke mobil dan bergegas menuju sekolah Bryan lagi untuk menjemput Mba Melan.

Sesampainya didepan gerbang Sekolah SD Bryan, kuparkir mobil dan mematikan mesin karena barusan Mba Melan mengirim pesan bahwa rapat orang tua murid akan mulai jam setengah 8 dan sekarang masih jam 7 lewat. Oke masih lama, tak apa lah lagian didepan banyak Ibu Ibu muda yang tengah mengantar putra putrinya yang baru kelas satu SD. Beberapa menunggu didepan kelas karena tak mau jauh dengan ibunya. Haha. Aku jadi ingat masa SDku dimana kala itu aku juga tak mau sekolah kalau tidak ditunggu oleh mama.

Aku kembali ketempat aku memarkir mobil dan kukeluarkan bungkus rokokku dan menyalakan sebatang karena kupikir sudah tidak ada anak kecil yang memperhatikan jadi aku berani untuk merokok dilingkungan sekolah. Bus busss busssshhh. Beberapa batang kuhisap dengan kopi hitam yang kupesan dari warung kopi tak jauh dari sekolah Bryan. Cukup lama aku menunggu dan sudah beberapa barang rokok aku habiskan akhirnya Mba Melan keluar dari dalam gedung SD. Saat ini ia mengenakan sebua Dress Ibu Hamil yang dipadu dengan Sweter warna Pink. Mba Melan langsung masuk kedalam mobil. Setelah mematikan rokok, dan memastikan tak ada asap rokok yang menempel di pakaianku aku menyusulnya masuk kedalam mobil.

Lamaa yaa Bas. Tanya Mba Melan

Ahh Enggak kok Mbaa, kaya sama siapa aja nih. Jawabku sambil memutar kunci kontak

Brummmm.

Yah, kemarin mba juga lupa kalau hari ini ada kumpulan orang tua murid, untung Mba Janjian sama dokter jam 9 jadi masih ada waktu. Jelasnya

Ini bener Mba arahnya?
tinggal lurus aja nanti depan ambil kiri..

Kemarin minggu bukannya udah kedokter ya Mba sama Mama?Tanyaku sambil konsentrasi nyetir
Kalau kemarin kan cek kesehatan bayi, kalau sekarang Mbak Mau Cek USG, yah udah kehamilan segini musti rutin ceknya sapa tahu ada apa-apa kan bisa cepet tahu Jelas Mba Melan

Ohh gituu, lama gak Kira-kira Mba? Tanyaku hanya basa basi

Gak lama banget sih, paling lama yah Setengah jam, nanti kamu ikut masuk aja barangkali mau lihat dedek bayinya Mbak.. Sahut Mba Melan
Emang cowok cewek Mba?

Terakhir di USG sih belum kelihatan masih ketutupan anunya, yah makanya sekarang Mba mau USG siapa tahu ketahuan kelaminya apaan. Jelas nya

Hmmm jadi Wanita berat yah Mba, Musti mengandung, nanti Melahirkan, semuanya pasti menyakitkan Tanyaku

Itulah hebatnya Wanita Bas, setiap bulan harus merasakan perih (Haid), mempertaruhkan nyawa demi jabang bayi, belum lagi nanti pas melahirkan weeehh Bas prosesnya itu nyakitiin

Makanya kamu jangan kurang ajar sama seorang wanita, harus sayang sama yang namanya wanita. Jangan sedikitpun menyakiti hati dan perasaan wanita. Itu hukumnya dilarang Jelasnya Panjang

Iyaa Mba, kalau itu Bastian juga tahu.. Jawabku sedikit ngeles.

Eh Ngomong2, mana Pacar kamu, kok Cuma sehari aja dirumahnya Tanya Mba Melan
Temeen Mbaa, temeen Jawabku

Iya apalah itu masih kaku aja nih kamu Pancing Mba Melan
Lagi di Bandung Mba, katanya sih ada acara sama temen2 modelnya dulu. Yah jadi Cuma sehari deh dirumahnya, lagian memang rencanaya juga Cuma sehari sih Mba..

Bas Bas, sekarang udah gede, dulu waktu Mbak kesini kamu masih SMP apa yaah. Sekarang udah punya pacar cantik lagi
Halah Mbak bisa ajaa Sahutku sedikit malu.

Tapi kamu pacaran juga yang hati2 loh, terutama masalah sex. Jangan sampai kamu nyesel kayak Mba. Sahutnya lugas

Hmmgggghh, Frontal banget nih Mba Melan pagi ini. gumamku dalam hati

Yah asal kamu tih yah Bas, kenapa Mba gak ngebolehin Melly pacaran dulu, yah karena Mba gak mau Melly sampe terjerumus ke pergaulan yang enggak2 apalagi sampe ke sex bebas. Heeeh mba ngeri kalau ngebayanginya. Cukup Mba aja deh yang ngerasain Anak Mba jangan Gumamnya sedikit membuka rahasia hidupnya.

Iya betul Mba, bener, Dulu Mama ngelarang aku pacaran juga dengan alasan itu. Dan sekarang aku malah bersyukur pas SMA aku gak dibolehin pacaran. Ada baiknya sih aku jadi punya banyak temen. Banyak pengalaman, banyak relasi. Pokoknya banyak sisi baiknya deh Jelasku

Itu kamu ngerti . Oh yah.. Kamu sama siapa pacarmu.. Marisa ya pernah ngapain aja? Tanya Mba Melan sedikit jahil
Aaahhhh enggak, ngak pernah ngapa ngapain, lagian kita memang gak pacaran ahh Jawabku mencoba mengalihkan pembicaraan.
Hmmm gini gini, Mba bisa loh membaca gerak tubuh Wanita.. Mba tahuu.
Ahh Mbak nihh apaan aahhh.. Jangan mikir yang macem- macem dehhh mbaak Jawabku mencoba menutupi

Hmmm Tapi mukanya merah tuhhHayooo mesti pernah ngapa2in? Pancingnya

Heeee heee
Udahlah, lagian kan kamu sudah dewasa, udah tahu kan mana yang baik mana yang buruk, yang penting pesan Mba yah jangan sampai kebobolan. Sebisa mungkin kamu bisa menahan diri kamu.

eehhh Iyaa Mbaaa Haduuhhh.

Ni Mba Melan lagi kesambet apa sih omongannya kearah sana semuanya gimana aku mebelokan omongan yahh aduuuhhh. Gumamku dalam hati

Mendengar semua omongan Mba Melan aku jadi teringat Melly anaknya , Aku gak tahu apa jadinya kalau dia tahu kalau anak perempuannya sudah tidak perawan dan lelaki yang telah mengambil kesucianya adalah aku. Itu yang dari tadi aku khawatirkan makanya aku terus membelokan pembicaraam kearah yang lain. Aku takut jikalau ternyata Mba melan sudah tahu tentang. Ahhhhh kenapa jadi kepikiran lagi sihh.

Tapi untunglah kami sampai di Klinik dan pembicaraan tentang seks akhirnya berakhir. Hupppff. Akhirnya lega juga.Aku dan Mba Melan masuk kedalam Klinik. Rupanya saat kita tiba disini sudah masuk urutan Mba Melani jadi kita tidak perlu menunggu lama lagi. Mba Melan masuk kedalam ruang priksa, dan aku diajaknya serta. Awalnya aku canggung karena aku belum pernah sama sekali menemani Ibu hami. Yah jelas saja siapa coba yang musti aku temani gak ada kan. Kulihat disekitar banyak sekali Ibu Hamil. Yah jelas saja wong ini Klinik Ibu dan Anak pastillah banyak Ibu Hamil

Aku duduk di sofa sementara Mba Melani sudah naik diatas tempat tidur untuk dperiksa kandunganya oleh dokter.Samar namun pasti aku melihat perut Mba Melanie yang besar itu, namun bagian bawah tubuhnya ditutupi selimut. Dokter mengoleskan jel lalu mulai memeriksa janin yang ada di perut Mba Melan.

Gimana dok sudah kelihatan kelaminya apa Tanya Mba Melan kepada Dokter
Sebentar nah ini sudah kelihatan Bu.. sepertinya anak Ibu Laki Laki.. tuhh tuhh keliahatan kan tonjolannya. Sahut dokter sambil menunjuk layar.

Mba Melani terlihat begitu gembira mengetahui bayi dalam kandungnya sehat dan lebih bahagia lagi ketika mengetahui jenis kelamin dari anak ketiganya ini. Ia mengelus lembut perutnya dengan senyum yang begitu memukau. Sayangnya aku tidak membawa kamera, kalau tidak momen indah ini bisa aku abadikan. Hmmm. Mba Melani memanggilku untuk ikut melihat anaknya didalam layar. Awalnya aku menolak namun akhirnya aku memenuhi permitaannya.

Selamat yah Pak, anak Bapak nampaknya Laki Laki. Sahut doker kepadaku.
Loh dia Bukan Suami saya Dok, dia keponakan saya. Hihihi Jawab Mba Melan membetulkan

Ohh Bukan tohh, saya pikir suaminya, kan selama ini Ibu Melanie selalu periksa sendiri, nah saya pikir masnya Suaminya Bu Melanie. Hahaha Maaf maaf.

Kamu sih Bas, Brewok pake ditumbuhin, jadi kelihatan tua kaan. Hahaha Canda Mba Melan.
Niih Bas lihat anak Mba Cowoo Bas, ntr kamu ada temen main baruu.. hihihi Seru Mba Melan terlihat sangat bahagia.
Iya Mbaa.. Ehh tuhh nendang2 yaaah Mba Gumamku

Baru sekali ini aku melihat langsung ciptaan tuhan yang masih berada didalam Ramim melalui bantuan USG. Ya selama ini aku hanya mengetahuinya melalui internet. Aku menjadi semakin kagum akan ciptaanya. Aku lihat terus layar kecil dihadapanku, dan kulihat juga wajah Mba Melan dengan senyum sumringahnya. Namun ada satu hal yang membuatku tak kuasa untuk tidak melihatnya. Bagian bawah pusar Mba Melani yang tidak tertutup selimut samar samar dapat kulihat bulu- bulu halus yang tumbuh dibalik CD berwarna hitam yang dikenakan oleh Mba Melan.

Hufftt. Kutarik nafas dan mengontrol diriku, aku tak mau berfikir yang tidak tidak. Ahh. Akhirnya sesi pemeriksaanpun selesai. Dan aku kembali pada tempat duduku dan Mba Melan berlanjut konsultasi dengan Dokter Kandungannya tersebut. Samar samar aku dapat mendengar percakapan antara Mba Melan dengan Dokter tersebut.

Tak lama Akhirnya kami beranjak dari Klinik dan sebentar mampir ke supermarket menemani Mba Melani belanja bulanan. Mba Melan belanja cukup banyak untuk keperluan satu bulan ini. Untung saja aku menemaninya kalau tidak tak terbayang susahnya akan seperti apa. Hmmm Ibu Hamil, wanita, memang penuh pengorbanan. Jangan sekali kali menyakiti hati seorang wanita ya. Gumamku dalam hati.

Cukup lama berbelanja tak terasa hari sudah hamper siang. Akhirnya kami memutuskan pulang. Pukul 12 kurang kami sampai ke rumah Mba Melan. Nampaknya Bryan belum pulang karena biasanya dia pulang sekitar pukul satu. Aku membawakan semua barang belanjaan Mba Melani, dan Mba Melani sendiri aku minta untuk menunggu didalam saja. Aku tak mau ia terlalu lelah. Untungnya dia mengerti.

_____________

Author: 

Related Posts