Cerita Sex Seks Itu Nikmat – Part 8

Cerita Sex Seks Itu Nikmat – Part 8by adminon.Cerita Sex Seks Itu Nikmat – Part 813 Sin : Seks Itu Nikmat – Part 8 ============== 8th Sin : the slave ====== . (Stefany stories) . Arrgh dimana ini, aku terbangun disuatu tempat keramaian yang sangat aneh, seperti kota atau pasar dimasa lalu, bangunannya, cara berpakaian orang-orangnya, ini mengingatkanku akan situasi pada film-film silat mandarin.. Tapi kenapa aku bisa sampai disini, […]

tumblr_nqhcnmKa2L1uxl6s3o2_1280 tumblr_nqhcnmKa2L1uxl6s3o3_1280 tumblr_nqhcnmKa2L1uxl6s3o4_128013 Sin : Seks Itu Nikmat – Part 8

==============
8th Sin : the slave
======
.
(Stefany stories)
.
Arrgh dimana ini, aku terbangun disuatu tempat keramaian yang sangat aneh, seperti kota atau pasar dimasa lalu, bangunannya, cara berpakaian orang-orangnya, ini mengingatkanku akan situasi pada film-film silat mandarin.. Tapi kenapa aku bisa sampai disini, apa yang terjadi, dan oh tidak,. aku ternyata tidak memakai sehelai benangpun, tubuhku bugil.. Tapi orang-orang ini seperti tidak melihatku.. Apakah sekarang aku menjadi hantu, apa yang terjadi ini…
.
“tolong.. Tolong.. ” suara teriakan minta tolong dari seorang wanita, wanita itu berlari kearahku, dibelakangnya sekelompok orang berpakaian hitam menunggang kuda mengejarnya, gadis itu menorobos kerumunan orang, sambil terus berteriak meminta tolong, dan ketika beberapa langkah lagi, wajahnya, tubuhnya.. Kenapa begitu persis dengan aku..
.
“akrrrqhhh..,” apa ini, aku seolah tersedot masuk dalam tubuh wanita itu, dan kenapa kini jadi aku yang dikejar oleh mereka, aku terjerembab dan sedetik kemudian tubuhku langsung terlilit oleh tali-tali yang dilemparkan oleh para penunggang kuda itu, masih dalam kepanikan dan bingung akan semua yang terjadi, aku terus meronta berusaha melepaskan diri…
..
. ##
==============
(Liana stories)
.
Tubuh ci Fany bergerak-gerak, nafasnya terkesan memburu, aku memencet tombol untuk memanggil suster, tak lama suster Evi datang.
“ada apa..?” tanya nya..
.
“tubuh cici, tadi seperti bergerak..!”
.
Suster Evi, segera menghampiri ci Fany, ia memegang tangan nya memeriksa denyut nadi. Lalu mengecek monitor jantung..
“bagaimana sus..?” tanyaku khawatir.
.
“tidak apa-apa, semua sudah kembali stabil..!” jelas suster Evi
.
“kenapa bisa seperti itu..?” tanyaku lagi.
.
Suster Evi tidak langsung menjawab, ia membimbingku untuk duduk disofa, kami duduk bersebelahan,.
“sama seperti orang yang sedang tidur terkadang kita bermimpi, mungkin tadi cici juga bermimpi, atau mengalami kejadian dialam bawah sadarnya..” suster Evi menjelaskan kemungkinan yang terjadi.
“dan gerakan dari tubuhnya tadi, menunjukan respon sensor motorik antara otak dan tubuhnya masih berfungsi baik..” lanjutnya memberi penjelasan.
.
“suster, sampai kapan ci Fany bisa sadar…?”
.
“sabar… Kakakmu pasti akan sadar, hanya butuh waktu..!” jawab Suster Evi sambil merangkul tangannya kepundakku, dan membelai rambutku, sebuah hal kecil yang begitu nyaman buatku.
.
“aku seperti pernah melihat simbol seperti ini..!” seru suster Evi tiba-tiba.. sambil mengambil handphone yang kupegang karena panik tanpa sadar kupegang sejak tadi, memang sebelum suster Evi datang, aku sempat ingin menelpon mama, tapi aku salah ambil ponsel dari tasku, ternyata ponsel dari si pemberi permainan yang kuambil..
.
“simbol…?” aku baru menyadari, ternyata diponsel yang kudapat dari penelpon itu, memiliki simbol aneh, yang terlihat jika posisinya terbalik. “seperti mata..!” gumanku.
.
“yah.. Aku pernah melihat lambang seperti ini, semula aku berpikir itu hanya grafiti biasa, tapi entah kenapa setiap kali melihatnya seolah ada suatu misteri didalamnya, aku bahkan saking penasarannya sempat mencari info tentang simbol itu di internet ..” jelas Suster Evi.
.
Aku ingat smartwatch ci Fany masih ada di tasku, segera kuambil, dan dugaanku benar disisi belakangnya juga terdapat gambar yang sama.
“lihat ini sus,..!” kataku, sambil menunjukan simbol dibalik smartwatch itu.
.

.
“darimana kamu mendapatkan ini.?” tanyanya
.
“seseorang mengirimkannya padaku.. Suster sendiri dimana melihat simbol seperti ini…?” tanyaku balik.
.
“dirumah salah satu pasien,..” jawabnya
.
“suster Evi tahu arti dari simbol ini..?”
.
“aku sempat mencari informasi tentang simbol mata ini di internet, tapi entahlah tak ada informasi yang jelas, simbol ini sering disebut sebagai “Eye of Horus”,..” jelasnya.
.
“aneh.. Ehm memang dimana suster melihat simbol ini..?”
.
“dirumah salah seorang pasien, belum lama ini dia menjalani operasi dirumah sakit ini, pasca operasi saya ditugaskan setiap hari kesana untuk mengganti perban..” jelas suster Evi, “kenapa kamu tertarik sekali sepertinya..?”
.
“ga apa, .. Eh cuma penasaran aja..” jawabku mengelak.
.
“jangan bermain dengan hal-hal seperti ini, mungkin ini hanya sebuah mitos, tapi bisa juga memang benar-benar ada..” kata Suster Evi seolah berpesan.
.
“bagaimana jika sudah terlanjur terlibat..?” ucapku lirih.
.
“maksud kamu..?” tanya suster Evi dengan wajah bingung….

.
###
============
(Stef stories)
.
Aku terbangun disebuah kamar yang benar-benar mirip seperti difilm-film silat, dinding kayu dan kertas, tempat tidur dengan hiasan kain-kain berwarna cerah yang begitu halus dan lembut, dan meja dan kursi dari kayu.
“sreek..” pintu terbuka, seorang gadis muda datang masuk ” nona sudah sadar.” sapanya..
.
“dimana ini..?” tanyaku.
.
“nona berada di Wisma Teratai..” jawabnya
.
“Wisma Teratai, tempat apa ini, kenapa aku bisa ada disini..?” tanyaku kembali.
.
“sebaiknya nona mandi dulu, nanti saya antar ke ny. Liu,..!” jawabnya.
.
“siapa Ny.Liu..?!
.
“pemilik dari tempat ini..!” jawabnya lagi.
.
Gadis itu membawaku, keluar kamar, menuju kamar disebelahnya, ternyata kamar mandi, sebuah bak mandi terbuat dari kayu, dengan air yang tampak mengepulkan uap, dan penuh bunga-bunga dengan Aroma yang begitu terasa nyaman, tak lama kemudian datang dua orang gadis yang sebaya dengan gadis itu, mereka tidak mengenakan busana sama sekali, “mereka yang akan membantu nona mandi.” jelasnya seolah menyadari kebingunganku akan mereka, “saya keluar dulu nona.” lanjutnya, meninggalkanku dengan dua gadis bugil ini.
.
“aku bisa mandi sendiri..!” protesku ketika kedua gadis itu ingin melepas pakaianku.. “maaf nona ini perintah Ny.Liu..” kata salah satu gadis itu dan mereka terus melucuti pakaianku.. Aku dibimbingnya masuk ke bak kayu itu, airnya hangat dan wangi. Satu gadis bugil ikut masuk kedalam bak yang tingginya sepinggang itu. Sementara yang satu lagi tetap berdiri disisi bak sambil menambahkan air yang disendoknya dari ember-ember kayu yang seperti nya sudah dipersiapkan untuk mengontrol suhu air dibak yang kumasuki ini.
.
Gadis yang naik ke bak mandi bersamaku, mulai menggosoki tubuhku, menggunakan bunga-bunga yang bertebaran diair itu, seluruh tubuhku digosoki oleh tangan-tangan lembut mereka, nyaris tak ada bagian yang terlewat, termasuk lubang vagina dan anuspun tak luput dibersihkan, sekitar setengah jam aku menikmati mandi air hangat, dan setelah selesai mereka memakaikan aku pakaian berbentuk kimono, dari bahan sutera halus, berwarna merah muda dan sangat transpran apalagi aku sama sekali tidak mengenakan pakaian dalam, seperti didalam film, aku dibawa kesebuah ruangan besar yang penuh tiang-tiang besar penopang atap, seorang wanita tampak duduk anggun diujung sana..
.

(ny. Liu)
.
“selamat datang nona. Jia..” ucapnya menyambut kedatanganku, “kau tahu kenapa kau dibawa kesini.?”tanyanya.
.
“tidak..! apa maksud dari semua, namaku bukan Jia..” ucapku.
.
“hahahaha.. Kau adalah nona dari keluarga Jia, keluarga yang sejak turun temurun dilahirkan untuk menjadi budak keluarga Ming..” jelasnya.
.
“apa maksudmu aku bukan marga Jia..”
.
“keluargamu boleh lari, boleh mengganti marga tapi tak akan pernah bisa lari dari takdir, para nona dari keluarga Jia sudah ditakdirkan menjadi budak dari keluarga Ming sampai akhir jaman.” jelasnya lagi.
.
Aku sungguh tidak mengerti akan semua ini, apakah sekarang aku sedang kembali lalu, apakah benar aku dari keluarga yang ditakdirkan untuk menjadi budak ..
.
Ny.Liu berjalan mendekatiku, aku bisa melihat jelas wajahnya, dan sepintas wajahnya terasa begitu mirip dengan mama.
“keluar..” perintahnya kepada dua pelayan yang sejak tadi berdiri disisiku.
“nanti malam, tuan muda ke 13 dari keluarga Ming, akan datang dan kau akan menerima kehormatan untuk diperawani oleh pewaris mahkota keluarga Ming..”ucapnya sambil tangannya membelai wajahku
menyusuri leher, dada, dan melepas tali kimono dipinggangku kini tubuh bagian depanku terbuka dihadapannya.. “benar-benar calon pelacur yang sempurna..” gumannya sambil tiba-tiba tangannya menyentuh selangkanganku, refleks aku mendorongnya “aku bukan pelacur..” teriakku.
.
“plak..plak..” dua kali ny.Liu menamparku, “budak kurang ajar..” bentaknya.
“pelayan bawa budak ini..” teriaknya lagi, dan dua orang pelayan tadi menyeretku dengan kasar dari ruangan itu, aku berusaha meronta karena perlakuan kasar mereka.
.
==============
(Liana Stories)
.
.
“suster lihat, tubuhnya bergerak-gerak lagi…” kataku pada Suster Evi, sambil bangkit dari kursi menuju ranjang ci Fany, suster Evi juga mengikutiku.
Ia memegang tangan ci Fany, memeriksa nadinya.. “mungkin kakakmu sedang mengalami sesuatu di alam bawah sadarnya.!”
.
“apakah itu wajar sus..?” tanyaku.
.
Suster Evi memandangku dan tersenyum.. “kamu sayang sekali ya sama kakakmu, ga apa itu wajar, hal biasa untuk orang yang sedang koma, saat ini mereka seolah sedang mengalami kehidupan lain,.” jelasnya.
.
Apa yang sedang kamu alami disana ci, apapun itu cepat kembali ci, cepat bangun dari tidurmu. kugenggam tangannya, berharap dia bisa merasakan bahwa ada adiknya disini, yang menunggu dan berharap dia cepat kembali …
.
###
==============
.
(Stefany stories)
.
Aku dibawa kembali kekamar tempat pertama kali aku sadar tadi, tak lama pelayan muda tadi menyusul masuk kamar, membawa nampan berisi makanan..=a
“nona, silahkan makan dulu..” ucapnya sambil menaruh nampan makanan itu dimeja.
.
“siapa nama kamu.?” tanyaku
.
” nama saya Siao-ti.. nona..!” jawabnya.
.
“marga mu..?”
.
“Jia.. “jawabnya lagi, agak terkejut juga aku mendengarnya, “semua yang ada di wisma Teratai ini dari pelayan hingga bahkan ny.Liu bermarga Jia, dan kami semua yang disini juga pernah mengalami apa yang akan nona alami malam ini..” lanjutnya.
.
“apa..” aku sungguh tak percaya mendengar semua ini “jika dia memang bermarga Jia juga, kenapa dia begitu tega menyerahkan gadis Jia, untuk jadi budak..” ucapku geram.
.
“ini takdir nona..” jawabnya.
.
“lalu kenapa kau sekarang menjadi pelayan ditempat ini..?” tanyaku lagi.
.
“setelah keluarga Ming mengambil kesucian kami, gadis-gadis dari keluarga Jia biasanya akan diberikan kepada para pedagang asing, yang berniaga dengan keluarga Ming, entah akan dibawa kemana, tapi dimanapun mereka berada, mereka tetap, budak dari keluarga Ming, beberapa ada yang bernasib lebih baik karena bisa tetap tinggal wisma Teratai ini, walaupun harus rela menjalani hidup sebagai pelacur..” jelas nya..
.
“apakah tidak pernah mencoba berontak melawan.?
.
“bukankah keluarga nona yang mencoba melawan, dengan cara kabur dan mengganti marga ketika nona akan berusia 13tahun, karena diusia itulah gadis keluarga Jia harus diserahkan kepada keluarga Ming. Tapi akhirnya nona juga tertangkap dan berakhir seperti sekarang. kerajaanpun tidak ada yang mampu melawan kekuasaan keluarga Ming..” jelasnya panjang lebar.
.
“jika kita sama-sama senasib kenapa kau masih memanggilku nona..!”
.
“karena sampai kesucian anda direnggut, anda masih seorang nona dari keluarga Jia.. ” jawabnya.
.
Kesucian apakah tubuh ini masih suci, aku berjalan menuju cermin disisi kanan kamar itu, kulepas jubah tipis ini, kutatap tubuh ini dicermin, masih terlihat begitu bagus, buah dada yang masih membulat, dan kemaluan yang masih begitu rapat, seperti tubuhku beberapa tahun lalu.
.
Aku percaya sesuatu terjadi karena ada tujuan dan alasan, kuputuskan untuk menjalani ini, mungkin ada jawaban yang bisa kutemukan, untuk segala keanehan ini, aku menurut saja ketika Siao-ti mengajakku melihat kegiatan hubungan seks disalah satu kamar di wisma yang ternyata tempat pelacuran ini, biar tidak kaget nanti katanya..
.
Menjelang malam suasana tempat ini berubah ramai, “sudah waktunya nona..” kata Siao-ti, “tuan muda dari keluarga Ming sudah datang, nona bersiaplah..”
.
“aku sudah siap,.” jawabku..
.
Sejak tadi sore pelayan dari wisma ini sudah merias dan menata rambutku, serta memakaikan perhiasan, namun baju yang kukenakan tetap sama jenisnya dengan yang tadi, hanya warnanya saja yang lebih mencolok, tak lama kemudian seorang pria masuk dengan diantar ny.Liu, dan seorang pelayan membawa nampan berisi sebuah gelas perak.
“ini Tuan Muda Wen dari keluarga Ming, layani beliau dengan baik..” kata ny.Liu, mengenalkan pemuda itu, lalu tangannya memberi isyarat kepada pelayan sipembawa nampan untuk mendekat “minum itu..” perintahnya padaku sambil menunjuk gelas perak dinampan itu, tanpa banyak bicara kuminum air digelas itu rasanya sangat manis lebih manis dari syrup.
.
“tuan muda sekarang budak ini sudah bisa anda nikmati.” ucap ny.Liu sambil menarik tali pengikat gaun yang kukenakan yang membuat gaun itu melorot seketika dan tubuh bugilku langsung terpampang bebas, seolah tubuh ini hanya sebuah hidangan yang dibuka bungkusnya untuk dihidangkan pada tamu..
.
Aku masih berdiri ketika ny.Liu sudah meninggalkanku berdua saja dengan pria yang disebut sebagai tuan muda ini.
“siapa namamu..?” tanyanya sambil berjalan mengitariku dengan mata menjelajahi sekujur tubuh bugilku.
.
“fany..!” jawabku
.
“nama yang aneh..” gumannya. .
Aku merasakan tubuhku panas tiba-tiba, pria itu menyentuh punggung telanjangku, dan tubuhku seolah merespon dengan begitu cepat, kenapa seperti ini, minuman tadi pasti semacam obat perangsang..
.
Aku dibaringkan diranjang, sementara ia melucuti pakaiannya sendiri, setelah bugil ia naik keranjang memposisikan diri disampingku, sambil membawa gelas.. “pejamkan matamu..” perintahnya, dan langsung kuturuti.
.
Dingin tetesan air terasa menyentuh dahiku, hidung dan mulut, ketika dimulut air menetes lebih banyak menggenangi celah bibirku, ada sedikit rasa manis terasa dilidah, lalu terus keleher dada, kedua putingku dan juga perutku ditetesi nya..
Aku dapat mendengar suara gelas yang diletakan dimeja, sedetik kemudian bisa kurasakan dahiku yang tadi ditetesi air mulai dijilati, lidah basahnya menyusuri titik-tik air didahi dan hidungku, dan ketika sampai dibibir, kurasakan hisapan kuat nya, dan pengaruh minuman perangsang tadi benar-benar membangkitkan birahiku.
Aku tak kuasa lagi untuk menutup mulut, mulutku terbuka dan kami langsung saling lumat, saling hisap, berpagutan beradu lidah dalam balutan birahi.
“kau sangat liar.. Kucing betina.” ucapnya ketika mulut kami sudah saling terlepas, dan kembali lidah nya menyusuri tubuhku mengikuti jejak dari tetesan air tadi, menyusuri leher, bulatan dada dan juga puting, sementara tangannya bergerak lembut diselangkanganku, dengan jemari yang mengitari bibir kewanitaanku.
.
“akhh..argh..yeah..ahh..” aku mendesah, menikmati hisapan bergantian, di kedua putingku, dan sentuhan jemarinya bibir kelaminku.. “apakah kau menikmatinya..? Kucing liar..!” tanya nya sambil menatapku dengan senyum mesum.. “arrghhh..” aku mendesah ketika jarinya ditekankan lebih keras diselangkanganku, “hahahahaha..” ia tertawa dan kembali menunduk menjilati leherku, aku bergerak menggelinjang, kakinya dinaikan kekaki aku, dan kurasakan pahaku menyentuh batang hangat di pangkal pahanya.
.

.
Kembali tubuhku menjadi sasaran permainan lidah dan belaian serta remasan tangan dari Tuan muda ini, yang nampaknya sangat piawai bermain birahi.
.
“akhh..eakh..akh.. Akh..” erangku semakin menjadi ketika giliran rongga sempit diselangkanganku ditembus ujung lidahnya.. Aku benar-benar terbang keatas puncak nafsu, tubuhku bergerak menikmati jilatan lembut benda basah berliur itu, yang terasa begitu nikmat menggelitik liang senggamaku..
.
Dia berhenti, lalu mengangkat wajahnya dari celah kakiku, “saatnya kunikmati darah sucimu, gadis marga Jia..” ucapnya, sambil menekuk kedua kakiku, dan mengarahkan ujung kontolnya kedepan celah kelaminku, yang sudah basah oleh cairan birahiku dan liurnya tadi, Ia menggesek-gesekkannya diantara celah itu.
“nikmatilah saat-saat takdir resmi menjadikanmu budak keluarga Ming..” katanya sambil mendorong masuk ujung tumpul batang kontolnya..
.
“arrrghh…” teriakku ketika kurasakan sakit, saat batang itu membobol selangkanganku.. Ia mencabut batang nya, dan menyentuh kemaluanku.
“lihat ini darah kesucianmu.. Dan kini kau sudah resmi menjadi budak..” katanya sambil menunjukan jemarinya yang bernoda darah, lalu ia menjilat darah itu menjijikan sekali, tapi ternyata aku masih perawan disini, bagaimana bisa apakah ini memang bukan tubuhku.
.
Tuan muda keluarga Ming ini kembali memasukan batang kontolnya, kecelah sempit kemaluanku, dan mulai bergerak memompa keluar masuk batangnya, menggagahiku dengan penuh nafsu.. Akupun terbawa kembali kedalam lautan birahi.. “ah..ah..ah,..” suara desahan mengiringi laju perjalanan birahi kami.
“akh..nikmat .. Sekali… Akh.. Lubang para gadis dari keluarga Jia memang luarbiasa, tak salah jika keluarga Ming, menjadikan kalian budak nafsu..akh.. Akhh.. Rasakanlah ini, pelacur… Akkh…arghah.” ucapnya dengan nada menghina, dan sambil terus bergerak naik turun dengan gerakan yang semakin cepat..
.
“nikmatilah.. Tuan muda akh..akh.. Tunjukan keperkasaanmu kepada budakmu ini..” Ucapku, sambil menggerakan pinggulku dan sesekali kukonsentrasikan untuk mengerakan otot didalam kemaluanku, agar kontolnya terasa dijepit… “akhhh… Akhrgg,..” ia berteriak dan gerakannya semakin cepat.. “kenapa Tuan Muda.. Apakah kau sudah tak mampu bertahan lagi..” kataku, karena aku mengetahui sebentar lagi ia akan mencapai puncak..
.
“kamu terlalu banyak bicara, budak…” ucapnya, lalu melumat bibirku, dan kubalas lumatannya dengan tak kalah bernafsu.
.
Posisi berciuman ini membuat tubuhnya sejajar menindihku denganku, kupeluk badannya karena ukurannya tidak terlalu besar dengan cepat kugerakan tubuhku dan berguling, berhasil kini aku yang menindihnya..
.

.
“sekarang giliran budakmu ini melayanimu Tuan muda..” ucapku dengan mendesah, dan ku langsung merubah posisi menjadi duduk dengan kontolnya tetap tertancap dikemaluanku.. Aku bergerak naik turun, kuraih kedua tangannya dan kuletakan didadaku, ia langsung meremasinya, sementara aku bergerak cepat naik turun dan sesekali berputar..
.
“akh..akh.. Nikmat sekali.. Aku tak kuat lagi.. Akh..akh..” teriak nya.
.
“bertahanlah Tuan.. Akh..akh.. Apakahh.. Kau.. Ti..tidaak maluuu.. Dikalahkann.. Budak..mu..iiniii.. Akh..akh..” ucapku bermaksud menjatuhkannya, walau akupun sudah tak kuat lebih lama lagi.
.
Kuhentikan gerakan naik turunku, kubiarkan kontolnya terbenam semua ditelan kemaluanku, dan ketika kurasakan denyutan tanda akan orgasme, kugerakan pantatku berputar, perlahan -lahan, dengan batangnya tetap terbenam semua.
“akkkkhhh..akh.” ia berteriak dan sebelum benar-benar meledak, aku dengan cepat kembali bergerak naik turun, ia meremas payudaraku dengan sangat kuat.. “akrr..ahhhh..ahh..ah.” aku menjerit diantara rasa sakit dan gelombang orgasme, semprotan hangat cairan kental itu disambut dengan lelehan cairan kenikmatanku, tubuhku ambruk diatas, nafas kami saling memburu, kupejamkan mataku untuk sesaat menikmati kenikmatan ini…
..
Entah berapa lama aku tertidur tapi ketika terbangun tuan muda dari keluarga Ming itu sudah bangun terlebih dahulu dan terdengar seperti sedang berbicara dengan seseorang.
.
Gila pikirku, orang ini benar-benar tidak menganggap aku sebagai manusia, dengan seenaknya mengundang seseorang masuk kamar, disaat ada seorang wanita yang baru saja disetubuhinya tergolek bugil diranjang tanpa penutup apapun.
.
“ahkhirnya sikucing liar bangun juga..” ucapnya ketika melihatku bangun, tak kuperdulikan ucapannya, juga tak kuambil pusing dengan tatapan mata mesum pria gendut yang jadi teman bicaranya, aku memungut gaun yang tergeletak dilantai itu, dan segera memakainya.
.
“bagaimana Tuan Wong, cantikkah kucing liar ini..?” Tanyanya pada pria Gendut itu.
.
“cantik sekali.. Tuan..”
.
“gadis keluarga Jia tidak hanya terkenal karena kecantikannya tuan Wong, tapi mereka juga pelacur yang hebat..” ucap Tuan muda itu begitu merendahkan.
.
“anda memang hebat mencari pemuas nafsu tuan muda..” timpal pria itu.
.
“Nah tuan Wong, karena aku menghargai keputusanmu untuk menjual semua hasil rempah-rempah dari tanah Jawa, hanya kepada keluarga kami, maka aku berikan kucing liar ini untuk menemani pelayaranmu ke Jawa Dwipa..” ucapnya.
.
Sungguh bejat keluarga Ming ini bagaimana mungkin dengan seenaknya menyerahkanku pada orang lain.
.
“hahahaha.. Ternyata berita tentang kebaikan keluarga Ming bukanlah cerita belaka, kini aku mengalaminya sendiri..” ucap pria gendut itu terbahak-bahak.
.
“keluarga Ming akan selalu baik dan selalu menjaga teman-temannya, tuan Wong. Tapi ingat keluarga Ming tidak pernah memaafkan orang yang menghianatinya..”
.
” Tuan muda, aku pertaruhkan kepalaku untuk kesetiaanku pada keluarga Ming..”
.
“bagus..bagus.. Tuan Wong, sekarang silahkan kau bawa budak ini, sebagai penghangatmu dikapal nanti..” katanya sambil menunjuk kearahku.
.
“aku tidak mau pergi…” ucapku.
.
“kau hanya seorang budak tidak penting apa yang kau mau atau tidak kau mau.. Tuan wong silahkan lakukan yang kau perlu untuk membawanya..” Tuan muda Ming itu berkata sambil berlalu pergi.
.
“hahaha.. Budak sudah dengar sendirikan, sekarang tinggal pilih mau jalan sendiri, atau perlu kupanggil pengawalku untuk menyeretmu.. Hahahaha..” pria gendut itu berkata sambil terbahak-bahak seolah baru saja memenangkan hadiah besar.
Beginikah nasib keluarga Jia hanya sebagai budak pemuas nafsu.
.
##
==============
.
(Liana Stories)
.
“ayolah suster ajak aku ketempat itu..” bujukku pada suster Evi, setelah tadi dia cerita bahwa besok pagi-pagi sekali jadwalnya untuk datang ketempat pasien dimana ia pernah melihat simbol aneh itu.
.
“bukannya saya tidak ingin mengajakmu, tapi tempat itu..” suster Evi terlihat ragu.
.
“tempat itu kenapa suster..?” desakku.
.
Dia masih terdiam, kutatap dia dengan pandangan penuh harap “tempat itu rumah bordil.” ucapnya pelan.
.
“ga apa sus, aku tetap mau ikut. Aku penasaran dengan simbol itu..” ucapku memaksa.
.
“kamu ini, ya sudah besok jam 5 dari sini..” katanya,
.
“makasih suster..” ucapku sambil memeluknya.
.
“sudah..sudah, saya tinggal dulu ya, mau cek pasien lain.” katanya sambil keluar dari kamar ini.
.
Suster Evi menepati janjinya mengajakku ketempat pasien nya, “ini rumah bordil..” gumanku ketika sampai disebuah rumah mewah nan besar, “the Lotus inn” sebuah tulisan dengan gambar bunga teratai sebagai logo..
.
“ssst..” suster Evi memberi tanda agar aku tidak berisik. Aku hanya mengangguk.. “kamu tunggu disini..” ucapnya, ketika kami sudah masuk kedalam rumah itu, dengan mata mengarah kederetan lukisan didalam ruangan ini, aku mengerti maksudnya, sementara suster Evi berjalan ke bagian dalam rumah ini, aku berpura-pura melihat lukisan didinding ruangan tamu yang besar ini.. ternyata benar gambar di lukisan ini memiliki simbol aneh tersebut.
“kamu siapa.” suara seorang perempuan mengagetkanku tiba-tiba.
.
“eh anu.. Eh. Saya sama suster Evi..” jawabku.
.
“oh sama suster Evi..” gumannya dan berlalu.
.
“cklik.” suara pintu disamping tempatku berdiri, refleks aku menoleh. Dan alangkah terkejutnya aku ketika melihat siapa yang keluar dari kamar itu.
.
“mama..” ucapku dengan suara tertahan

Author: 

Related Posts